Jangan Salahkan Ibu Mengandung

December 23rd, 2009 § 22 Comments

Semua pada tau bahwa seorang Ibu adalah seorang yg sangat istimewa. Lebih istimewa dari sepiring martabak istimewa bagi yg menyukainya (jahat banget Ibu di bandingkan dengan Martabak !!!) Kekuatan ibu itu sangat dahsyat. Sehingga Raja pun tunduk kepada Ibu. Kelemahannya adalah kekuatannya, itulah yg dikatakan Rian Setiawan dalam bukunya “Menghabisi mimpi” (yg ini boong).

Ngomongin tentang Ibu, kita tak akan pernah kehabisan kata utk itu. Sebagus-bagusnya pujian dalam puisi, prosa, cerpen, ataupun lagu. Tak akan bisa mewakilkan karena betapa mulianya seorang Ibu. Semua itu lebih dari kata-kata yg tak tergambarkan ! Ibu yg terdiri dari tiga huruf ini sangat begitu di agung2kan oleh seluruh umat manusia yg menyadari arti hidup. Sampai2 Ibu ada harinya, yaitu tgl 22 december. Walaupun di sebagian negara ada yg bulan Maret.

Di jaman yg sudah banyak polusi ini, banyak cerita2 tentang seorang Ibu yg di aniaya, seorang Ibu yg di khianati, seorang Ibu yg suka di buat nangis oleh anaknya, seorang Ibu yg rakus akan harta, seorang Ibu yg mencuri demi anaknya. Sekian banyak segelintir kisah beraneka ragam tentang Ibu, membuat citra dan harumnya nama Ibu tidak terkurang sedikitpun. Betapa kuat gambaran sosok dengan nama terdiri tiga huruf ini.

Siapa coba yg lahir tanpa rahim Ibu ? gak ada kan ! Siapa coba yg rela bagian tubuhnya sobek utk ngeluarin kamu-kamu ? siapa coba yg ngasih makan sejak dari dalam perut ampe keluar kurang dari setahun ? semua itu adalah seorang Ibu. Seorang perempuan yg rela tubuhnya mengandung seorang manusia yg mungkin nantinya akan merubah dunia, atau bahkan merusak dunia.

Saya sangat sedih ketika anak menyalahkan Ibunya karena sesuatu hal, saya sangat sedih ketika seorang suami menyalah istrinya. Jangan salahkan Ibu yg mengandung ! bisa saja kan salah bapak yg punya burung !! bener tak ??

Saya bukan menggurui, saya bukan seorang anak yg suci. saya juga sering membuat Ibu saya menangis, apalagi ketika di dapur. Waktu kupas bawang, Ibu saya menangis di depan saya. Saya pun ikut menangis ! Siapa coba yg disalahkan ? Ibu, Bapak, Saya ato bawangnya ?

Sudahlah, jangan di pertanyakan lagi siapa yg salah. Mumpung ada kesempatan yg diberikan oleh Allah SWT. Sayangilah Ibu, buat dia tersenyum di setiap detiknya. Karena kebahagiaan Ibu ada pada anak laki-lakinya, dan kebahagiaan laki-laki ada pada istrinya, dimana kebahagiaan perempuan ? ya setelah mendapat anak laki-laki. Coba deh rasakan. (Padahal saya belum punya anak).

Selamat hari Ibu, sudahkan kamu memasakkan sebuah masakan utk Ibu ?

Advertisement

Tagged: , , , ,

§ 22 Responses to Jangan Salahkan Ibu Mengandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jangan Salahkan Ibu Mengandung at Mataku adalah Matamu.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.